Gagal Jantung

Gagal jantung adalah ketidakmampuan memertahankan curah jantung yang cukup untuk kebutuhan tubuh, sehingga timbul akibat klinis dan patofisiologis yang khas. Gagal jantung terjadi 1-2% pada orang berusia  kurang  lebih diatas 65 tahun dan 10% pada usia kurang lebih 75 tahun. Prognosisnya buruk dan kurang lebih 50% meninggal dunia dalam waktu 3 tahun.  Gagal jantung merupakan sindrom walaupun penyebabnya berbeda-beda , namun bila terjadi memiliki gejala, tanda dan patofisiologi yang sama. Curah jantung yang tiak adekuat menstimulasi mekanisme kompensasi yang mirip dengan respons terhadap hipovolemia. Walaupun awalnya bermanfaat, pada akhirnya mekanisme ini menjadi maladaptive.

Beberapa definisi gagal jantung ditujukan pada kelainan primer dan sindrom tersebut yaitu keadaan ketika jantung tidak mampu mempertahankan sirkulasi yang cukup bagi kebutuhan tubuh meskipun tekanan pengisian vena dalam keadaan normal. Namun beberapa definisi lain menyatakan bahwa  gagal jantung bukanlah suatu penyakit yang terbatas pada satu system organ melainkan suatu sindrom klinis akibat kelainan jantung. Keadaan ini ditandai dengan suatu bentuk rspons hemodinamika, renal, neural, dan hormonal yang nyata. Di samping itu, gagal jantung merupakan suatu keadaan patologis dimana kelainan fungsi jantung menyebabkan kegagalan jantung memompa darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan, atau hanya dapat memenuhi kebutuhan jaringan dengan meningkatkan tekanan pengisian.

Saat ini dikenal istilah, gagal jantung kiri, kanan, dan kombinasi atau kongestif. Pada gagal jantung kiri terdapat bendungan paru, hipotensi, dan vasokonstriksi perifer yang mengakibatkan penurunan perfusi jaringan. Gagal jantung kanan ditandai dengan adanya edema perifer, asites, dan peningkatan tekanan vena jugularis. Gagal jantung kongestif adalah gabungan kedua gambaran tersebut. Namun demikian, definisi tersebut tidak terlalu bermanfaat karena baik kelainan fungsi jantung  kiri maupun kanan sering terjadi secara bersamaan (walaupun kelainan pada satu sisi mungkin lebih dominan dari sisi lainnya).

Penyakit gagal jantung merupakan keadaan klinis dan bukan suatu diagnosis. Penyebabnya harus selalu dicari. Gagal jantung paling sering disebabkan oleh gagal kontraktilitas miokard, seperti yang terjadi pada infark miokard, hipertensi lama, atau kardiomiopati. Namun pada kondisi tertentu, bahkan miokard dengan kotraktilitas yang baik tidak dapat memenuhi kebutuhan darah sistemik ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan darah sistemik ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolic tubuh. Kondisi ini disebabkan misalnya masalah mekanik seperti regurgitasi katup  berat dan lebih jarang, fistula arteriovena, defisiensi tiamin (beri-beri) dan anemia berat.  Keadaan curah jantung yang tinggi ini sendiri dapat menyebabkan gagal jantung koroner (peningkatan kolesterol, hipertensu dan diabetes) ditambah adanya hipertrofi ventrikel kiri (left ventricular hyperthrophy/LVH) pada elektrokardiogram (EKG) istirahat. Bila terdapat pada hipertensu, LVH dikaitkan dengan 14 kali resiko gagal jantung pada orang berusia lebih dari 65 tahun. Selain itu, pravalensi faktor etiologi telah berubah seiring perjalanan waktu.

Posted in Penyakit Gagal Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Gagal Jantung

Pada tahun 2002 WHO memperkirakan jumlah seluruh penderita gagal jantung di dunia sebanyak 22 juta pasien dengan kejadian gagal jantung baru sebanyak 500.000 per tahun. Di Eropa tiap tahun terjadi 1.3 kasus per 1000 penduduk yang berusia 25 tahun dan meningkat menjadi 11.6 kasus pada usia > 85 tahun. Di Amerika Serikat angka kejadian gagal jantung 3-20 per 1000 penduduk, bahkan pada usia > 56 tahun dapat mencapai 100 per 1000 penduduk dengan angka kematian 53.000 pasien di tahun 2001. Di Australia tiap tahun terdapat 30.000 kasus baru gagal jantung dengan angka kematian 2%. Gagal jantung merupakan alasan utama pasien dirawat di rumah sakit serta merupakan faktor utama morbiditas dan mortalitas.

Penderita gagal jantung yang disebabkan oleh bendungan sering kali datang ke pusat kesehatan dengan keadaan yang sudah berat. Oleh karena itu diagnostik yang cepat dan akurat harus ditegakkan untuk mendapatkan pengobatan yang adekuat. Namun, diagnostik dini gagal jantung karena bendungan pada stadium awal sering kali sulit di diagnosis.

New York heart Association (NYHA) membuat klasifikasi gagal jantung menjadi 4 kelas berdasarkan kapasitas fungsional :

- NYHA I adalah gagal jantung asimptomatik tanpa batasan aktifitas fisik.

- NYHA II adalah gagal jantung simptomatik dengan gejala ringan, keterbatasan aktifitas fisik ringan dan menghilang jika beristirahat.

-  NYHA III pasien dengan keterbatasan aktifitas fisik nyata. Namun aktifitas fisik ringan dapat menyebabkan kelelahan, berdebar-debar, sesak atau nyeri dada.

-  NYHA IV pasien dengan ketidakmampuan dalam beraktifitas fisik dan bila aktifitas fisik dilakukan maka gejala yang timbul akan memperberat keluhan.

Diagnosis gagal jantung ditentukan berdasarkan gejala klinik, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang lain seperti EKG dan laboratorium. Salah satu parameter Laboratorium yang sensitif dan spesifik untuk gagal jantung adalah brain natriuretic peptide (BNP). BNP adalah hormon yang dihasilkan dari pemecahan pro-BNP yang dihasilkan terutama karena peningkatan tekanan pengisisan dan rangsangan oleh regangan dinding bilik jantung. Selain BNP, pada pemecahan pro BNP juga dihasilkan amino terminal yang disebut pro-BNP (NT pro-BNP) dan merupakan fragmen yang tidak aktif. NT pro BNP dihasilkan dalam jumlah yang sama banyak dengan BNP, sehingga dapat digunakan sebagai petanda disfungsi jantung.

Pemeriksaan NT pro BNP lebih unggul dibandingkan BNO karena kadar NT pro BNP dalam aliran darah lebih tinggi dan stabil yang disebabkan karena NT pro BNP mempunyai half life yang lebih lama yaitu 60-120 menit dibandingkan BNP yaitu 15-20 menit. selain itu NT pro-BNP lebih sedikit dirusak bila di dalam tubuh maupun di luar tubuh dan mempunyai molekul dengan ukuran besar dibandingkan BNP.

Walaupun pemeriksaan BNP dan NT pro-BNP cukup sensitif dan spesifik unutk kelainan jantung, tetapi hasil pemeriksaan tersebut dapat dipengaruhi oleh kelainan di luar jantung seperti gagal ginjal, sirosis hati, hipertiroid, penyakit paru obstruktif kronis dan pengaruh obat seperti neurohormon sintetik BNP (nesiritide).

Pemeriksaan NT pro-BNP dapat dilakukan dengan berbagai metoda seperti radioimmunoassay (RIA), immunofluorescent assay (IFA) dan enzyme immunoassay (EIA). Berdasarkan informasi tersebut diatas, maka pada penilaian hasil NT pro-BNP perlu diketahui ada tidaknya kelainan fungsi organ serpti ginjal, hati, tiroid dan paru.

 

Posted in Penyakit Gagal Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Gagal Jantung Kongestif

Penyakit gagal jantung sering juga disebut dekompensasi kordis, insufisensi jantung atau inkompeten jantung. Kegagalan jantung kongestif adalah keadaan ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kegagalan jantung dibagi atas kegagalan jantung akut yang timbulnya sangat cepat, sebagai akibat dari serangan infrak miokard, ditandai dengan sinkope, syok, henti jantung dan kematian tiba-tiba dan kegagalan jantung kronis, berkembang secara perlahan dan disertai dengan tanda-tanda yang ringan karena jantung dapat mengadakan kompensasi.

Gagal jantung kongestif

Penyebab kegagalan jantung kongestif dibagi atas dua kelompok, yaitu :

1. Gangguan yang langsung merusak jantung, seperti infrak miokardium, miokarditis, fibrosis miokardium, dan aneurisama ventikular.

2. Gangguan yang mengakibatkan kelebihan beban ventrikel.

Kelebihan ventrikel dibagi atas :

a. Preload adalah volume darah ventrikel pada akhir diastole. Kontraksi jantung menjadi kurang efektif apabila volume ventrikel sudah melampaui batasnya. Meningkatnya preload dapat diakibatkan oleh regurgitasi aorta atau mitral, terlalu cepat pemberian cairan infus terutama pada pasien lansia dan anak kecil.

b. Afterload adalah kekuatan yang harus dikelurkan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh (sistem sirkulasi). Meningkatnya afterload dapat diakibatkan oleh stenosis aorta, stenosisi pulmonal, hipertensi sistemis, dan hipertensi pulmonal. Penyakit jantung hipertensif adalah perubahan pada jantung sebagai akibat hipertensi yang berlangsung terus-menerus dana meningkatkan afterload. Jantung membesar sebagai kompensasi terhadap beban pada jantung. Apabila hipertensi tidak teratasi, kegagalan jantung dapat terjadi.

Posted in Penyakit Gagal Jantung | Tagged , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan keadaan klinis dan bukan suatu diagnosis. Penyebabnya harus selalu dicari. Gagal jantung paling sering disebabkan oleh gagal kontraktilitas miokard, seperti yang terjadi pada infrak miokard, hipertensi lama atau kardiomiopati. Namun, pada kondisi tertentu, bahkan miokard dengan kontraktilitas yang baik tidak dapat memenuhi kebutuhan darah sistemik ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Kondisi ini disebabkan misalnya masalah mekanik seperti regurgitasi katup berat dan lebih jarang, fitsula arteriovena, defisiensi tiamin (beriberi) dan anemia berat. Keadaan curah jantung yang tinggi ini sendiri dapat menyebabkan gagal jantung, tetapi bila tidak terlalu berat dapat menpresipitasi gagal jantung pada orang-orang dengan penyakit jantung dasar.

Berbagai faktor dapat menyebabkan atau mengeksaserbasi perkembangan gagal jantung pada pasien dengan penyakit jantung primer.

1. Obat-obatan seperti penyekat  dan antagonis kalsium dapat menekan kontraktilitas miokard dan obat kemoterapeutik seperti doksorubisin dapat menyebabkan kerusakan miokard.

2. Alkohol bersifat kardiotoksik, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar.

3. Aritmia, mengurangi efisiensi jantung, seperti yang terjadi bila kontraksi atrium hilang (fibrilasi atrium, AF) atau disosiasi dari kontraksi ventrikel (bolok jantung). Takikardia (ventrikel atau atrium) menurunkan waktu pengisian ventrikel, meningkatkan beban kerja miokard dan kebutuhan oksigen menyebabkan iskemia miokard, dan bila terjadi dalam waktu lama, dapat menyebabkan dilatasi ventrikel serta perburukan fungsi ventrikel. Aritmia sendiri merupakan konsekuensi gagal jantung yang umum terjadi, apapun etiologinya dengan AF dilaporkan pada 20-30 % kasus gagal jantung. Aritmia ventrikel merupakan penyebab umum kematian mendadak pada keadaan ini.

Posted in Penyakit Gagal Jantung | Tagged , , , , | Leave a comment

Sakit Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan suatu kondisi yang telah diketahui selama berabad-abad tahun lalu lamanya, namun penelitian tentang epidemiologi sulit dilakukan karena tidak adanya definisi tunggal tentang penyakit gagal jantung ini. Ketika masih sedikit pemeriksaan jantung yang tersedia, denfinisi gagal jantung cenderung ke arah patofisiologi, lalu kemudian definisi di tempatkan pada penekanan pada gagal jantung sebagai suatu diagnosis klinis. Sementara kondisi ini memang merupakan suatu sindrom klinis, diagnosis dapat sulit ditegakkan pada tahap dini karena relatif tidak ada gejala.

Maka definisi terbaru membutuhkan bukti pendukung dari pemeriksaan yang paling sering digunakan adalah ekokardiografi, dengan disfungsi ventrikel kiri biasanya didefinisikan sebagai fraksi ejeksi < 30-45% pada kebanyakan survei epidemiologi.

Gambaran tentang penyakit gagal jantung

Sekitar 3-20 per 100 orang pada populasi mengalami gagal jantung dan prevalensinya meningkat seiring pertambahan usia (100 per 1000 orang pada usia diatas 65 tahun) dan angka ini akan meningkat karena peningkatan usia populasi dan perbaikan ketahanan hidup setelah infrak miokard akut. Di Inggris, sekitar 100.000 pasien yag dirawat di rumah sakit setiap tahun untuk gagal jantung, merepresentasikan 5% dari semua perawatan medis dan menghabiskan lebih dari 1% dan perawatan kesehatan nasional.

Beberapa definisi gagal jantung menurut para ahli bidang kesehatan jantung :

- Suatu keadaan patofisiologis di mana jantung gagal mempertahankan sirkulasi adekuat untuk kebutuhan tubuh, meskipun tekanan pengisian cukup (Paul Wood, 1958).

- Suatu sindrom di mana difunsgi jantung berhubungan dengan penurunan toleransi latihan, insidensi aritmia yang tinggi dan penurunan harapan hidup (Jay Cohn, 1988).

- Adanya gejala gagal jantung yang reversibel dengan terapi, dan bukti objektif adanya disfungsi jantung (European Society of Cardiology).

Posted in Penyakit Gagal Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment