Penyakit Gagal Jantung

Pada tahun 2002 WHO memperkirakan jumlah seluruh penderita gagal jantung di dunia sebanyak 22 juta pasien dengan kejadian gagal jantung baru sebanyak 500.000 per tahun. Di Eropa tiap tahun terjadi 1.3 kasus per 1000 penduduk yang berusia 25 tahun dan meningkat menjadi 11.6 kasus pada usia > 85 tahun. Di Amerika Serikat angka kejadian gagal jantung 3-20 per 1000 penduduk, bahkan pada usia > 56 tahun dapat mencapai 100 per 1000 penduduk dengan angka kematian 53.000 pasien di tahun 2001. Di Australia tiap tahun terdapat 30.000 kasus baru gagal jantung dengan angka kematian 2%. Gagal jantung merupakan alasan utama pasien dirawat di rumah sakit serta merupakan faktor utama morbiditas dan mortalitas.

Penderita gagal jantung yang disebabkan oleh bendungan sering kali datang ke pusat kesehatan dengan keadaan yang sudah berat. Oleh karena itu diagnostik yang cepat dan akurat harus ditegakkan untuk mendapatkan pengobatan yang adekuat. Namun, diagnostik dini gagal jantung karena bendungan pada stadium awal sering kali sulit di diagnosis.

New York heart Association (NYHA) membuat klasifikasi gagal jantung menjadi 4 kelas berdasarkan kapasitas fungsional :

- NYHA I adalah gagal jantung asimptomatik tanpa batasan aktifitas fisik.

- NYHA II adalah gagal jantung simptomatik dengan gejala ringan, keterbatasan aktifitas fisik ringan dan menghilang jika beristirahat.

-  NYHA III pasien dengan keterbatasan aktifitas fisik nyata. Namun aktifitas fisik ringan dapat menyebabkan kelelahan, berdebar-debar, sesak atau nyeri dada.

-  NYHA IV pasien dengan ketidakmampuan dalam beraktifitas fisik dan bila aktifitas fisik dilakukan maka gejala yang timbul akan memperberat keluhan.

Diagnosis gagal jantung ditentukan berdasarkan gejala klinik, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang lain seperti EKG dan laboratorium. Salah satu parameter Laboratorium yang sensitif dan spesifik untuk gagal jantung adalah brain natriuretic peptide (BNP). BNP adalah hormon yang dihasilkan dari pemecahan pro-BNP yang dihasilkan terutama karena peningkatan tekanan pengisisan dan rangsangan oleh regangan dinding bilik jantung. Selain BNP, pada pemecahan pro BNP juga dihasilkan amino terminal yang disebut pro-BNP (NT pro-BNP) dan merupakan fragmen yang tidak aktif. NT pro BNP dihasilkan dalam jumlah yang sama banyak dengan BNP, sehingga dapat digunakan sebagai petanda disfungsi jantung.

Pemeriksaan NT pro BNP lebih unggul dibandingkan BNO karena kadar NT pro BNP dalam aliran darah lebih tinggi dan stabil yang disebabkan karena NT pro BNP mempunyai half life yang lebih lama yaitu 60-120 menit dibandingkan BNP yaitu 15-20 menit. selain itu NT pro-BNP lebih sedikit dirusak bila di dalam tubuh maupun di luar tubuh dan mempunyai molekul dengan ukuran besar dibandingkan BNP.

Walaupun pemeriksaan BNP dan NT pro-BNP cukup sensitif dan spesifik unutk kelainan jantung, tetapi hasil pemeriksaan tersebut dapat dipengaruhi oleh kelainan di luar jantung seperti gagal ginjal, sirosis hati, hipertiroid, penyakit paru obstruktif kronis dan pengaruh obat seperti neurohormon sintetik BNP (nesiritide).

Pemeriksaan NT pro-BNP dapat dilakukan dengan berbagai metoda seperti radioimmunoassay (RIA), immunofluorescent assay (IFA) dan enzyme immunoassay (EIA). Berdasarkan informasi tersebut diatas, maka pada penilaian hasil NT pro-BNP perlu diketahui ada tidaknya kelainan fungsi organ serpti ginjal, hati, tiroid dan paru.

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Jantung Untuk Mengembalikan Kesehatan Jantung, Membantu Mengobati Penyakit Jantung, Bantu Atasi Lemah Jantung, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Gagal Jantung and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>